Berita Bisnis

Jaringan Kafe China Pesaing Starbucks Mengajukan Bangkrut

Jaringan Kafe China Pesaing Starbucks Mengajukan Bangkrut

Jaringan Kafe China Pesaing Starbucks Mengajukan Bangkrut

Luckin Coffee, jaringan kafe asal China yang sempat digadang menjadi pesaing besar Starbucks, mengajukan dukungan kebangkrutan di Amerika Serikat terhadap Jumat (5/2).
Bandar Taruhan
Keputusan itu diambil alih sehabis kurang berasal dari setahun perusahaan mengakui pemalsuan penjualan senilai jutaan dolar.

Pihak Luckin Coffee menyebut kebangkrutan ini tidak akan berdampak secara material terhadap operasional kafe. Sekitar 3.600 kafe masih akan membuka dan karyawan akan selamanya digaji.

“Perusahaan sedang bernegosiasi bersama dengan pemangku keperluan terkait restrukturisasi kewajiban keuangan perusahaan,” sebut perusahaan di dalam sebuah pengakuan formal layaknya dikutip berasal dari AFP.

Melansir berasal dari CNN, terhadap April 2020 selanjutnya Jian Liu, mantan chief operating officer (COO) Luckin Coffee, dan beberapa bawahan terlibat di dalam pelanggaran termasuk pemalsuan sejumlah transaksi. Skandal ini bermula di 2019 dan punya nilai US$310 juta.

Liu dan CEO Jenny Zhiya Qian pun dipecat terhadap Mei 2020. Beberapa bulan lantas sahamnya dihapus berasal dari daftar bursa Nasdaq.

Pada Desember 2020, Securities and Exchange Commission menghukum perusahaan bersama dengan denda US$180 juta untuk merampungkan tuduhan penipuan.

Padahal Luckin Coffee didirikan terhadap 2017 demi berkompetisi bersama dengan jaringan kopi asal AS, Starbucks. Jaringannya semakin luas berkat suntikan investasi asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *